Rencana Jahat pun Tuhan Ijinkan Terjadi

Rencana Jahat pun Tuhan Ijinkan Terjadi.jpg

Pdt. Bigman Sirait

Reformata.com - SETIAP memasuki tahun baru, banyak prediksi tentang hal-hal yang “buruk”. Ada yang bilang bahwa tahun depan perekonomian lebih suram, bencana alam melanda, ki-sruh politik, dan berbagai isu yang sifatnya mencemaskan. Ini sebuah fenomena yang harus disikapi hati-hati. Dan sebetulnya tidak terlalu penting apa yang akan terjadi tahun depan. Apakah masa depan serba gelap, terjadi pertikaian politik, ekonomi mero-sot, bukan itu masalahnya, tetapi bagaimana kita hidup. Apakah Tuhan ada bersama kita dalam menjalani hari-hari kita.
Amsal 19: 21-23 mengatakan: “Banyak rancangan di hati manu-sia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana……” Silakan merancang masa depan. Silakan membaca berbagai analisis di media-media, tetapi itu tidak perlu membuat gelisah, karena itu cuma analisis. Orang bisa saja meramal dan bernubuat, namun hanya ada satu kepastian dalam hidup: Tuhanlah yang menentu-kan segalanya. Kalau Anda per-caya Tuhan kenapa harus berpe-gang pada ramalan atau prediksi paranormal? Bukankah itu peng-hinaan kepada kedaulatan Allah? Kita toh tidak bisa mengubah keputusan Allah. Allah bukanlah Allah yang bisa berubah-ubah. Allah adalah Allah yang abadi dan kekal melintasi ruang dan waktu. Dia tahu segalanya.

Banyak rancangan di hati manu-sia, termasuk rancangan jahat kepada orang Kristen. Kalau itu terjadi, itu pun karena Tuhan ijinkan. Ketika Sadrach, Mesach, Abednego hendak dibakar di Babel, mereka berkata: “Raja, buang kami ke api itu, Allah kami akan menyelamatkan kami. Tetapi kalau-pun kami terbakar mati, Allah tetap Allah.” Itu iman sejati dan luar biasa. Api cuma sebuah feno-mena. Hidup hanya sebuah feno-mena. Artinya, bukan hidup dalam hidup bernafas yang menjadi penting, tetapi hidup dalam ber-iman kepada Tuhan. Karena hidup beriman pada Allah itulah Paulus berkata: “Hidup Kristus, mati untung”. Kematian tidak menjadi masalah. Tetapi kalau hidup kita terikat pada fenomena hidup adalah bernafas, maka kalau kita tidak bernafas atau mati, itu menjadi malapetaka.

Apa pun yang kita lakukan, pen-ting kita pikirkan bahwa masa depan itu di tangan Tuhan. Maka memasuki 2010 tidak perlu ada ketakutan. Silakan berencana, te-tapi bukan itu yang menentukan hidup-matimu, bukan itu yang me-nentukan kepuasanmu. Kita harus membuka ruang di mana Tuhan akan memutuskan. Bila prediksi Anda yang begitu presisi ternyata meleset, tidak usah kecewa. Ker-jakan apa yang bisa kau kerjakan tetapi sadar selalu ada ruang terbuka dalam hidupmu di mana Tuhan yang menentukan dan yang memberikan keputusan-keputusan yang pas. Dia akan lakukan apa yang mau Dia lakukan. Sesuatu tampaknya gagal, itu kan menurut kita sebagai manusia. Rencana Tuhan selalu bagus, selalu berhasil, termasuk dalam gagalmu dan sakitmu, sebab di sana ada sesuatu yang mau dikerjakan-Nya.baca selengkapnya,..

Allah Hadir bagi Kaum Terpinggirkan

Allah Hadir bagi Kaum Terpinggirkan.jpg

Pdt. Bigman Sirait

BERITA Natal disampaikan malaikat kepada gembala di adang. Ini sangat mena-rik, sebab dalam tradisi Yahudi, gembala disebut sebagai orang berdosa, karena dinilai sebagai pekerja yang tidak jujur. Ada pun orang berdosa lain dalam tradisi Yahudi antara lain: pemungut cukai. Mereka disebut berdosa ka-rena memungut cukai atau pajak dari warga Israel, saudara sendiri, untuk diberikan kepada orang Romawi sebagai penguasa waktu itu. Pemungut cukai dianggap pengkhianat. Pendosa ketiga adalah penyamak kulit dan seje-nisnya karena pekerjaan mereka dianggap hina dan busuk. Orang Samaria juga disebut berdosa, karena dianggap paling bawah menurut ukuran orang Yahudi. Samaria adalah bagian dari Israel yang dianggap murtad atau meninggalkan Tuhan.
Orang berdosa dianggap tidak berhak atas hal-hal yang indah, dan tidak mungkin mendapatkan sesuatu kesempatan sorgawi. Na-mun berita tentang Yesus yang lahir itu, kedatangan Sang Mesias, Juru Selamat, justru diberitakan kepada para gembala. Menurut istilah kita, ini jelas “nyeleneh”. Sebab bukankah seharusnya be-rita mahapenting itu disampaikan kepada para imam? Karena imam adalah orang-orang hebat, ekse-kutif luar biasa yang punya hak membuat keputusan. Imamlah yang menentukan seseorang ber-dosa atau tidak, atau sebaliknya menyatakan sudah diampuni, dan menentukan ke mana arah perjala-nan sinagoga. Sebagai pemuka masyarakat yang paling bergengsi, suci, seharusnya para imamlah yang pertama dan berhak mende-ngar berita bahwa Allah telah datang ke dunia dan menjadi sama dengan manusia. Tetapi malaikat justru menyampaikan berita itu kepada gembala yang notabene disebut orang berdosa. baca selengkapnya…

Yesus Menyelamatkan Adam, Abraham, Musa?

Adam_Eva,_Durer,_1504.jpg

Pdt. Bigman Sirait

PAK, saya mau bertanya tentang “Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup tak seorang pun sampai kepada Bapa kecuali melalui Dia”. Artinya, semua manusia harus menerima Yesus sebagai Tuhan juru selamat supaya dia bisa masuk surga.
Bagi kita umat manusia yang hidup pasca-Perjanjian Baru, hal ini mungkin tidak masalah. Yang jadi pertanyaan saya adalah bagaimana dengan manusia yang hidup sebelum Yesus, yang notabene belum mengenal Yesus, semacam Adam dan Hawa, Abraham, Musa, dll., apakah mereka itu akan masuk surga juga? Terimakasih Pak.
George S. Lase
Medan

SEBUAH pertanyaan menarik yang juga sering diperdebatkan banyak orang. George yang dikasihi Tuhan, bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup, dan bahwa tidak ada satu orang pun yang akan sampai kepada Bapa kecuali melalui Dia (Yohanes 14: 6), adalah benar. Itu adalah ucapan Yesus Kristus sendiri yang dapat kita pahami sepenuhnya melalui kesaksian Alkitab. Adalah fakta Alkitab bahwa Yesus adalah Allah yang setara dengan Bapa (Filipi 2: 6-9), yang rela mengosongkan diri, dan menjadi sama dengan manusia. Adalah fakta bahwa Dia adalah Sang Firman yang ada bersama de-ngan Allah, dan telah ada sebelum segala sesuatunya ada, dan yang keberadaan-Nya melintasi ruang dan waktu (Yohanes 1: 1-3). Dan para rasul selalu bersaksi bahwa di kolong langit ini tidak ada nama lain, yang di alamnya ada keselamatan, kecuali Yeus Kristus Tuhan (Kisah 4:12).

Jadi bahwa Yesus Kristus adalah juruselamat satu-satunya sangat jelas dalam Perjanjian Baru. Namun mengatakan ini bagi kita yang hidup di pasca-Perjanjian Lama mungkin tidak masalah, harus berhati-hati. Artinya tidak masalah dalam mema-haminya, bisa ya. Tapi jika tidak masalah karena dengan percaya kita selamat, sekali lagi hati-hati. Saya perlu menekankan hal ini, seperti peringatan Yesus Kristus sendiri, bahwa tidak setiap orang yang menyebut-Nya “Tuhan-Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan surga, me-lainkan yang melakukan kehendak Bapa”. Bahkan pada waktu itu (di pengadilan Allah), akan ada yang berkata bahwa dia telah bernubuat, mengusir setan, bahkan mukjizat di dalam nama Yesus, tetapi ditolak oleh Yesus Kristus Tuhan. Jadi bagi kita yang hidup pasca-Perjanjian Baru dituntut bukan hanya percaya, melainkan juga melakukan kehen-dak Bapa.baca selanjutnya…

Ironi Keadilan

<!–

–>

Ironi Keadilan.jpg
Victor Silaen
(www.victorsilaen.com)INDONESIA adalah negara hukum (rechstaat). Namun ironisnya, hukum di negara ini seperti jaring laba-laba. Yang lemah terjerat, yang kuat (berduit atau berkuasa) terlewat. Para koruptor yang mencuri uang negara milia-ran, bahkan triliunan, bebas ber-gentayangan di mana-mana. Begitupun yang mengeruk habis sumber daya alam, bahkan mence-mari dan merusaknya pula, masih bebas berkeliaran di sana-sini.
Sebaliknya, lihatlah Aguswandi Tanjung, yang harus masuk bui hanya gara-gara mengecas tele-pon selularnya di koridor aparte-men yang disewanya. Padahal, dia punya alasan: butuh informasi ihwal perkembangan gempa di Tasik-malaya, Jawa Barat. Penghuni lantai 7 nomor 8 Apartemen Roxy Mas ini terpaksa mengambil listrik dari koridor lantaran aliran listrik ke unitnya diputus pengelola sejak 6 Agustus 2009. Namun siapa sang-ka, dia dituduh mencuri aliran listrik tanpa sepengetahuan pihak peru-sahaan. Itulah yang membuatnya dipenj…
Page : [1] 2 3 4End »
119.editorial.jpg
18.11.09 16:23
Victor Silaen(www.victorsilaen.com)Reformata.com – PASCA-Soeharto, seharusnya negara ini mereformasi diri terus-menerus menjadi negara berkeadilan. Itu berarti, hukum harus menjadi panglima agar …
Sumpah Satu.jpg
26.10.09 16:58
Victor Silaen(www.victorsilaen.com)
117Editorial.jpg
13.10.09 11:44
Victor Silaen(www.victorsilaen.com)AKHIRNYA keadilan itu datang juga. Ceritanya begini. Pada 27 Maret 2009, Wali Kota Depok Nur Mah-mudi Ismail melalui keputusannya Nomor …
01.10.09 13:38
Victor Silaen(www.victorsilaen.com)BAGAIMANA caranya agar kita dapat memilih pemimpin-pemimpin di lembaga-lembaga negara yang berkualitas dan berintegritas? Dengan kualitas yang dimaksud adalah …
29.09.09 14:52
Victor Silaen(www.victorsilaen.com)DI era Orde Baru, kita punya “musuh bersama” (common enemy). Dialah Presiden Soeharto, seorang jenderal bintang lima dengan masa kekuasaan terpanjang …
teroris.jpg
07.09.09 14:15
Victor Silaen (www.victorsilaen.com) SAMPAI sekarang saya tak habis pikir mencari jawaban atas pertanyaan ini: me-ngapa para pengebom itu sanggup membunuh dua pihak sekaligus, orang-orang lain …
Editorial 113.jpg
19.08.09 13:42
Victor Silaen(www.victorsilaen.com)“Aksi-aksi terorisme yang mengatasnamakan agama dan identitas etnik telah menjadi sebuah tantangan keamanan terpenting yang kita hadapi di masa bergejolaknya …
stranger.jpg
04.08.09 11:51
Victor Silaen(www.victorsilaen.com)Seakan ingin memecah kebisuan pagi Jumat 17 Juli itu, dua bom berkekuatan dahsyat meledak dan menghancurkan sebagian bangunan Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz …
garuda-indonesia.jpg
14.07.09 12:36
Victor Silaen(www.victorsilaen.com)Siapa pun yang menang dalam Pilpres 8 Juli lalu (kalau ternyata cukup satu putaran saja), apalah gunanya bergirang atau bersedih? Lain …
Page : [1] 2 3 4End »

Nikah Baru 3 Bulan, Gairah Suami Sudah Hilang

<!–

–>

Nikah Baru 3 Bulan, Gairah Suami Sudah Hilang.jpg
Bersama Pdt. Yakub Susabda, Ph.DBapak Konselor yang terhormat, saya baru menikah 3 bulan, tapi gairah seksual suami saya sudah menurun. Kami hanya berhubungan sekali seminggu. Padahal kata dia, sebelum menikah dia hampir tiap hari melakukan onani. Ketika saya tanya, dia menjawab karena kondisi tubuhnya tidak fit. Dan kondisi ini sudah berlangsung 1 bulan. Usia suami dan saya masih di bawah 30 tahun. Memang suami sering mengeluh capek-capek padahal pekerjaannya tidak mengeluarkan banyak tenaga, hanya banyak menggunakan otak (berpikir) saja. Dengan kondisi ini saya tersiksa karena hasrat saya tidak terpenuhi. Saya sudah berusaha untuk menahannya tapi saya malah jadi sensitif, mudah tersinggung, mudah marah, padahal sebetulnya perkawinan kami baik-baik saja. Saya terkadang menyalurkannya dengan masturbasi. Tapi saya takut berdosa.
Apa yang harus saya perbuat? Saya takut masalah ini justru akan menjadi duri dalam rumah tangga saya. Tetapi saya juga tidak bisa begitu…baca selanjutnya…
Suami Pemabuk dan Penjudi, Istri Menyingkir.jpg
18.11.09 16:01
Michael Christian, S.Psi., M.A.CounselingReformata.com – Bapak Konselor yang terhormat, saya dan suami sudah menikah selama 5 tahun dan sudah memiliki satu anak. Sejak enam bulan …

Mau Nikah, Pacar Tiba-tiba Stres.jpg
27.10.09 15:16
Esther Gunawan, M.K. Ibu Konselor yang terhormat, saat ini saya pacaran dengan pria seiman. Kami sama-sama berumur 35 tahun. Tahun depan kami merencanakan menikah dan sudah direstui orangtua …
Tolong Selamatkan Pernikahan Kami!.jpg
13.10.09 16:50
Michael Christian, S.Psi., M.A.Counseling Bapak Konselor yang terhormat, saya seorang wanita. Nama saya H dan suami Y. Kami sudah menikah hampir 6 tahun, memiliki seorang anak berusia 3 …
3965710074_997eb7efd4.jpg
29.09.09 12:58
Michael Christian, S.Psi., M.A. CounselingPak Konselor yang saya hormati, saya adalah seorang ibu rumah tangga, tinggal bersama ketiga anak kami. Anak pertama dan ketiga perempuan (usia …
1anak4.jpg
07.09.09 08:54
Bersama:Bimantoro Elifas
23899_brown_family_man_a_father_hugging_his_wife_and_two_children.jpg
19.08.09 10:01
Bersama: Bimantoro Elifas Bapak Konselor yang saya hormati, usia saya dan istri terpaut 15 tahun: saya 50 tahun dan istri 35 tahun. Kami sudah menikah selama 2 tahun, dan sudah memiliki seorang …

divorce-child.jpg
04.08.09 14:11
Michael Christian, S.Psi., M.A. CounselingPak Konselor, saya merasa kalau saya ini bukan milik siapa-siapa. Saya sudah berkeluarga sekitar 5 tahun, dan memiliki seorang anak. Tapi saya juga sudah …
224.jpg
14.07.09 14:52
Bersama:Bimantoro ElifasBapak Konselor yang terhormat, suami saya tidak percaya diri. Hal ini terjadi selama pernikahan kami yang sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Setiap kali dia selalu minta …
divorce.jpg
01.07.09 10:18
Bersama:Bimantoro ElifasBapak Konselor yang saya hormati, pernikahan saya yang kedua terancam bubar, dan saat ini suami saya sedang mengurus perceraian kami. Saya pernah menikah saat usia 22 …
Page : [1] 2 3 4End »

Natal, Rencana Agung Allah

<!–

–>

Natal,  Rencana Agung Allah.jpg

Pdt.Bigman Sirait

DALAM Kitab Ulangan 18: 4-22, antara lain dikatakan tentang akan dibangkitkannya seorang nabi dari tengah bangsa Israel. Penting pula kita perhatikan bahwa apa yang diungkapkan Musa kemu-dian menjadi sebuah nubuatan yang mengacu kepada Yesus Kris-tus. Bahwa dari tengah-tengah bangsa Israel akan dibangkitkan seorang nabi yang luar biasa, ini mengacu pada realita tentang Kristus. Satu fakta bagaimana luar biasanya sebuah Natal. Natal bukan peristiwa kebetulan. Natal adalah peristiwa yang sudah dirancang Allah. Natal bukan sesuatu yang mendadak terselip dalam sejarah, tetapi Natal adalah rencana Allah yang agung bagi manusia. Semakin kita memahami prinsip-prinsip seperti ini semakin tahulah kita bahwa Allah bekerja di dalam sejarah, intervensi ke dalam dengan satu karya yang sangat luar biasa.
Ada apa gerangan latar bela-kang peristiwa kedatangan Sang Juru Selamat itu? Dalam konteks dikatakan bangsa-bangsa di sekitar Israel pada saat itu adalah p…baca selanjutnya…

Suami Pemabuk dan Penjudi, Istri Menyingkir

Suami Pemabuk dan Penjudi, Istri Menyingkir.jpg

Michael Christian, S.Psi., M.A.
Counseling

Reformata.com – Bapak Konselor yang terhormat, saya dan suami sudah menikah selama 5 tahun dan sudah memiliki satu anak. Sejak enam bulan lalu, saya dan suami berpisah. Perpisahan ini terjadi karena suami saya tidak bisa berhenti dari kebiasaan berjudi dan mabuk. Anak saya tinggal bersama suami dan di akhir pekan tinggal bersama saya. Sejak berpisah, saya measa lebih tenang dan bisa mengatur hidup saya tanpa perlu takut menghadapi kemarahan suami ketika dia mabuk. Demi anak, kami masih suka pergi bersama di akhir pekan. Kalau saja suami bisa berubah ingin rasanya saya mau untuk kembali bersama. Tapi sampai saat ini kebiasaan suami mabuk dan berjudi masih saja diteruskan. Apakah rumah tangga saya masih bisa dipertahankan?
X di Jakarta

IBU X yang terkasih, menghadapi pasangan yang memiliki kebiasaan buruk memang tidak mudah. Kebiasaan buruk seperti berjudi dan mabuk bukan hanya bepengaruh negatif pada diri pelaku tetapi juga berpengaruh pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Mungkin sudah banyak upaya yang Ibu lakukan, bahkan sampai memutuskan untuk berpisah namun ternyata kebiasaan buruk suami masih saja berlangsung. Menghadapi situasi seperti ini memang bisa melelahkan dan membuat kita putus asa, bahkan putus harapan tentang kemungkinan terjadinya perubahan.
Dari apa yang Ibu sampaikan, saya melihat kemungkinan kemungkinan sebagai berikut: baca selengkapnya..

Keadilan

119.editorial.jpg

Victor Silaen
(www.victorsilaen.com)

Reformata.com – PASCA-Soeharto, seharusnya negara ini mereformasi diri terus-menerus menjadi negara berkeadilan. Itu berarti, hukum harus menjadi panglima agar negara ini betul-betul menjadi negara hukum (rechstaat) dan bukan negara berdasar kekuasaan (machstaat) lagi seperti di era Orde Baru. Dulu, kita mengenal istilah-istilah aneh tapi nyata semisal “matius” (mati misterius) dan “petrus” (penembakan misterius). Ada orang-orang yang mati tanpa disangka-sangka. Selidik punya selidik, ternyata mereka terkena peluru. Siapa penembaknya? Tak ada yang tahu. Kalaupun kita bisa menduganya, paling banter kita hanya berani mengatakan itu “oknum”. Dan kalau sudah begitu, selesailah sudah. Sebab yang disebut “oknum” itu identik dengan “orang yang tidak bisa dimintai pertanggungjawaban karena perbuatannya”. Tidak, mereka bukan sakit jiwa yang karenanya tidak bisa dituntut untuk bertanggungjawab. Mereka hanya “oknum”. Jadi? Ya sudah, tidak usah bertanya-tanya lagi.
Begitulah di negara minus keadilan ini. Istilah “oknum” sengaja dilekatkan kepada seseorang atau sekelompok orang dengan maksud agar ia atau mereka tidak diutak-utik lagi sekaitan perbuatan salahnya di masa silam. Siapa yang melekatkan istilah itu? Pastinya para penguasa, dan karena itulah mereka memiliki kekuatan untuk membuat maksudnya tercapai. Alhasil, negara ini tak ubahnya negara berdasar kekuasaan. Karena itulah maka kita ingin mereformasinya di era pasca-Soeharto ini. Tapi apa lacur, tiba-tiba kita tersentak oleh sebuah istilah baru yang juga aneh tapi nyata: “cicak”. Istilah ini menunjuk pada aparat penegak hukum dari lembaga KPK (Komisi Pemberan-tasan Korupsi). Ia bukan sebuah singkatan, melainkan sekedar pengandaian, karena perbandi-ngannya adalah “buaya” alias polisi — yang sama-sama aparat penegak hukum tapi lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman.
Adapun maksud Komjen (Pol) Susno Duadji, si oknum pencipta istilah “cicak” itu, agar orang-orang KPK “jangan macam-macam” terhadap aparat kepolisian. Lho, apa maksudnya? Silakan menyadap alat telekomunikasi siapa saja, kecuali aparat kepolisian. Kira-kira begitu. Tapi, kan, itu salah satu cara kerja aparat KPK? Memang, karena itulah, aneh jadinya kalau ada pihak yang merasa berkuasa mengatur agar mereka diistimewakan oleh KPK.baca selengkapnya..

Buang Rasa Khawatir, Jangan Tumpuk Harta

Buang Rasa Khawatir, Jangan Tumpuk Harta.jpg

Pdt. Bigman Sirait

HARTA adalah anugerah Allah kepada manusia untuk menghidupi hidup-nya. Harta adalah sesuatu yang Tuhan sediakan. Di Mazmur 127 dikatakan bahwa ketika kita masih tidur Tuhan sudah menyediakan roti yang kita butuhkan untuk esok pagi. Tapi ayat ini tidak untuk mengajarkan kita tidak perlu bekerja. Ayat ini justru mengajarkan bahwa ada jaminan yang Allah sediakan bagi kita, tetapi Allah mau kita bertindak di dalam kehidupan secara bertanggung jawab, yaitu dengan otak, tenaga, dan talenta yang Tuhan berikan. Itu kita pakai mengelola hidup, untuk mendapatkan apa yang Tuhan sudah sediakan bagi kita.

Kenapa kita khawatir? Karena ada keterbatasan kita di dalam ruang dan waktu. Keterbatasan membuat kita tidak mengetahui apa yang terjadi besok. Menurut hitung-hitungan kita, jika tidak punya uang tidak bisa makan. Kalau tidak punya deposito cukup, berat menyekolahkan anak. Hitungan-hitungan itu memang tidak salah. Dalam keterbatasan, kita berpikir seperti itu. Seluruh yang ada itu bisa kita hitung sedemikian rupa: sebab-akibatnya dan logika jalannya. Dalam keterba-tasan itu kita mampu berhitung dengan jitu dan tepat.

Jadi, masak kita tidak mau belajar pada realita umum yang disebut sebagai anugerah umum common grace. Kalau rajin be-lajar pasti pintar. Kalau Anda baik, dihargai orang dan banyak sahabat, mereka pasti meno-longmu. Secara common grace, semua orang diperlihara oleh kasih Tuhan. Karena Tuhan me-ngatakan bahwa Dia memberikan matahari bukan hanya untuk orang baik, tetapi juga orang jahat. Maka secara anugerah umum tadi kita sadar ada berkat Tuhan yang mengalir dalam hidup. Tetapi jangan kaitkan ini dengan special grace, kese-lamatan. Maka dalam common grace tadi, orang bisa belajar, bisa bertumbuh di dalam ke-imanannya, memahami kebenar-an kasih setia Allah. Maka di dalam keimanannya itu, ia akan bertumbuh dan makin kuat menaruh harapannya kepada Tuhan, dan pengharapannya itu akan merangsang dia untuk bekerja secara betanggung jawab di hadapan Tuhan.

Jadi, kalau secara umum orang baik membuka peluang masa depan bagi dirinya, apalagi orang yang takut Tuhan. Orang takut Tuhan pasti baik kan? Tapi jangan mengaku percaya Tuhan, tetapi Anda terkenal sebagai pekerja yang tidak jujur, tidak suka menolong. Jangan mengaku cinta Yesus tetapi Anda dikenal sebagai teman kerja yang tidak bisa diandalkan. Lalu kau berdoa marah-marah sama Tuhan. “Di manakah pemeliharaan-Mu?…” Lalu muncullah rasa khawatirmu tentang hidup ini, maka doamu selalu menuntut apa yang kau perlukan dalam hidupmu. Maka kau melupakan prinsip yang Tuhan ajarkan: “Cari dahulu kerajaan Allah semuanya akan ditambahkan bagimu” (Matius 6: 33). Orang yang mencari kerajaan Allah adalah yang melakukan kehendak-kehendak Allah dalam hidupnya. Maka dia jujur, bisa diandalkan, rekan yang baik dan menyenangkan. Maka dengan sendirinya dia akan mendapatkan penghargaan, bukan? baca selanjutnya,..

Sumpah Satu

Sumpah Satu.jpg
Victor Silaen
(www.victorsilaen.com)
Reformata.com DELAPAN puluh satu tahun silam, tepatnya 28 Oktober 1928, di Gedung Indone-sische Clubgebouw, Weltevreden (kini Gedung Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat 106), Jakarta, milik seorang Tionghoa bernama Sie Kok Liong, para tokoh pemuda me-ngucapkan apa yang kelak disebut sebagai Sumpah Pemuda. Per-tama: “Kami Poetra dan Poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe Tanah Indonesia”. Kedua: “Kami Poetra dan Poetri Indonesia, mengakoe ber-bangsa satoe Bangsa Indonesia”. Ketiga: “Kami Poetra dan Poetri Indonesia, mengakoe mendjoen-djoeng Bahasa Persatoean Bahasa Indonesia”. Pertemuan yang meru-pakan Kongres Pemoeda II itu dihadiri oleh sejumlah utusan se-perti Jong Islamieten Bond, Pe-muda Indonesia, Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Bataks Bond, Pemoeda Kaoem Betawi, dan PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia, yang merupakan wadah pemuda nasionalis radikal non kedaerahan seperti Soegondo Djojopoespito, Suwirjo, S. Reksodi-poetro, Muhammad Yamin, A. K Gani, Tamzil, Soenarko, Soema-nang, dan Amir Sjarifudin). Dari golongan Tionghoa hadir empat orang, yakni Kwee Thiam Hong, Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hock, dan Tjio Djien Kwie. Kongres yang dipimpin oleh Sugondo Djojo-puspito dengan Sekretaris Muham-mad Yamin ini merupakan kelanju-tan dari Kerapatan Besar Pemoeda atau Kongres Pemoeda I pada 30 April sampai 2 Mei 1926.
Sejak itu berdiri pula organisasi-organisasi baru. Di Bandung, para pemuda yang tergabung dalam kelompok studi umum mendirikan organisasi Jong Indonesia pada 20 Februari 1927. Organisasi ini dimotori oleh Mr Sunario, RM Joe-soepadi Ganoehadiningrat, Soe-giono, dan Mr Sartono. Kemudian berdiri pula Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, dengan tokoh utamanya Ir Soe-karno, serta Permoefakatan Per-himpoenan-Perhimpoenan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) pada 17 Desember 1927. Sebe-lumnya berdiri Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia) pada 7 Maret 1915 dengan motor utama Sati-man Wirjosandjojo. Lalu Jong Sumatranen Bond pada 9 Desem-ber 1917 dengan tokoh utama Tengkoe Mansoer, Muhammad Anas, Abdul Moenir Nasution, Kamun, dan Muhammad Amir. Sementara di Belanda sendiri Indis-che Vereeniging berubah menjadi Indonesische Vereeniging (Perhim-punan Indonesia) pada 1 Maret 1924 dengan tokoh utama Mo-hammad Hatta. Akan halnya Tri Koro Dharmo, pada kongres per-tama di Solo, 12 Juni 1918, beru-bah menjadi Jong Java.
Kongres Pemoeda II membicara-kan masalah peranan pendidikan kebangsaan dan kepanduan dalam menumbuhkan semangat kebangsaan. Tampil sebagai pem-bicara saat itu adalah Muhammad Yamin, Purnamawulan, Sarmidi Mangunsarkoro, Ramlan, Theo Pangemanan, dan Mr Soenario. Walaupun mendapat gangguan dari Polisi Rahasia Belanda, kong-res tersebut berhasil membuah-kan keputusan yang sangat feno-menal, yaitu Soempah Pemoeda — yang momentumnya kelak kita peringati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Pada saat yang sama diperkenalkan lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman, yang kemudian dijadikan lagu kebangsaan Indonesia.baca selanjutnya,..

« Entri lama